This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 November 2017

Kumpulan foto vespa gembel




















http://oto-trendz.blogspot.co.id/2011/09/kumpulan-gambar-vespa-gembel.html

Kumpulan foto vespa klasik terbaru

Berbicara mengenai motor Vespa memang tidak akan terlepas dari kata antik dan klasik. Ini sangat wajar karena motor jenis scooter ini memiliki sejarah yang sudah cukup tua dengan model-model khas yang membuat orang sering melirik dan tertarik ketika melihatnya. Banyak sekali versi ketika orang menerjemahkan sebuah Vespa antik atau Vespa klasik, namun perbedaan tersebut hanyalah tergantung seberapa dalam kecintaan orang tersebut terhadap motor Vespa.

Bagi orang yang benar-benar menyukai keberadaan motor buatan negeri pizza ini pasti memiliki pengetahuan dan standar yang sangat tinggi dalam menilai sebuah skuter Vespa yang memiliki nilai antik dan klasik. Sebagian orang menilai Vespa antik ini karena umurnya yang sudah cukup tua misalnya ada yang mengkategorikan lebih dari 50 tahun dengan kondisi motor yang onderdilnya lebih dari 95% masih original. Sedangkan untuk kategori Vespa klasik lebih menekankan kepada modelnya yang dianggap retro, jadi boleh dibilang kalau motor Vespa tersebut masuk kategori antik maka sudah bisa dipastikan bahwa Vespa tersebut juga tergolong Vespa klasik. Namun hal itu tidak berlaku sebaliknya, sebagai contoh saja bahwa Vespa matic yang baru keluaran sekarang modelnya memang sangat klasik namun belum bisa dikategorikan sebagai Vespa antik.

Memang saat ini untuk mendapatkan sebuah motor Vespa antik dengan kategori yang disebutkan diatas sangatlah sulit. Keberadaannya sudah sangat langka jikalau ada pun hanya beberapa buah saja di tangan para kolektor. Sekarang ini banyak cara yang dilakukan para penggemar motor buatan Piaggio ini untuk mendandani motor Vespa kesayangannya agar tampil lebih menarik dengan tetap mempertahankan nilai antik dan klasiknya. 

Restorasi menjadi sbuah jalan bagi para penggemar Vespa untuk mendapatkan kembali penampilan antik dan klasik skuter kesayangannya. Misalnya dengan melakukan pengecatan ulang sesuai dengan warna aslinya kemudian melengkapi kembali beberapa bagian atau spareparts dengan yang orsinil walaupun harus dengan perjuangan berburu onderdil yang sudah sangat langka, juga penambahan aksesoris yang lebih modern seperti spion, jok dan beberapa rangka pelindung yang dilapisi krom.

Nah, untuk melihat seperti apakah motor Vespa yang berpenampilan antik maupun memiliki nilai klasik, mari kita lihat beberapa gambar Vespa yang kami dapatkan dari berbagai sumber di internet yang berasal dari dalam dan luar negeri.


Gambar Vespa Klasik 001
Gambar Vespa Klasik 002

Gambar Vespa Klasik 003
Gambar Vespa Klasik 004
Gambar Vespa Klasik 005

Gambar Vespa Klasik 006
Gambar Vespa Klasik 007
Gambar Vespa Klasik 008
Gambar Vespa Klasik 009
Gambar Vespa Klasik 010
Gambar Vespa Klasik 011
Gambar Vespa Klasik 012
Gambar Vespa Klasik 013
Gambar Vespa Klasik 014
Gambar Vespa Klasik 015
Gambar Vespa Klasik 016
Gambar Vespa Klasik 017Gambar Vespa Klasik 018
Gambar Vespa Klasik 019


http://id-vespa.blogspot.co.id/2015/04/kumpulan-gambar-vespa-antik-dan-klasik-yang-bikin-orang-melirik-dan-tertarik.html

Selasa, 21 November 2017

sejarah vespa klasik



Asal Mula

Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.

Lahir Kembali

Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia. Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio. D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.

Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.

Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ''kaki lima'' merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d'Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.

Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya.

Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d'Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.

D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia.

Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.

Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India -- selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.

Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an.

Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ''revolusi'' bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.

Produk 150 GS -- kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an -- memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.

Sejarah Vespa di Indonesia

“Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesiaterhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congosaat itu.

Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.

Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesiamungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.





Veronicaa


Ladyscoot.Veronicaa, Komunitas Vespa Tangguh Berisi Wanita Cantik


13534271_610240149135023_341516458_n
Para perempuan tangguh, inilah Ladyscoot.Veronicaa © Instagram Ladyscoot.Veronicaa
Kalau membicarakan vespa, banyak orang yang berpikir bahwa itu adalah kendaraan para pria. Namun pendapat itu sepertinya harus direvisi jika kamu kenalan dengan Ladyscoot.Veronicaa. Yap, jika biasanya komunitas skuter didominasi kaum Adam, Ladyscoot.Veronicaa justru berisi perempuan-perempuan cantik yang tak risih harus berpanas-panasan dengan vespa.
Bermarkas di Bogor, Jawa Barat, Ladyscoot.Veronicaa dibentuk oleh Nelly yang kini berusia 25 tahun. Nelly mendirikan Ladyscoot.Veronicaa pada tahun 2008 saat dirinya masih remaja berusia 17 tahun. Dalam wawancaranya dengan Scootering-World, Nelly mengakui bahwa komunitasnya ini hanya terdiri dari 7 orang anggota.
Kok cuma sedikit? Rupanya itu dilakukan Nelly lantaran dirinya lebih memilih anggota secara kualitas, bukannya kuantitas sehingga membuat Nelly cukup kesulitan menentukan anggota yang tepat. Tak cuma merupakan komunitas vespa perempuan, Ladyscoot.Veronicaa juga mengajak anggotanya menempuh ratusan kilometer bersama dengan vespa. Sehingga sudah bisa dipastikan jika hanya para perempuan pecandu naik vespa saja yang mampu bergabung.
15034634_176964659431738_5505728596901101568_n
Bukan kumpulan cewek manja © Instagram Ladyscoot.Veronicaa
Saat ini selain Nelly anggota lain Ladyscoot.Veronicaa adalah Trigel, Rona, Suci, Nunu, Nadia dan Riska. Ketujuh perempuan cantik nan tangguh ini sudah malang melintang di berbagai event vespa Indonesia. Salah satu anggotanya yakni Trigel pernah memiliki pengalaman luar biasa kala menempuh 3.000 kilomenter menuju pantai paling ujung barat pulau Jawa.
Saat itu Trigel melakukan aksi solo dan harus melintasi kawasan berbahaya di mana para perampok dan hewan-hewan buas masih mengincar. Malang, Trigel mengalami kecelakaan saat ditabrak truk hingga pingsan.
Kala itu warga setempat langsung menolong Trigel dan kabar dirinya tertimpa insiden langsung tersebar ke seluruh komunitas-komunitas vespa besar di Indonesia. Bahkan ada beberapa skuteris yang rela menempuh jarak ratusan kilo hanya untuk menolong Trigel.
Rupanya hal itu membuat Nelly sadar bahwa loyalitas para penunggang vespa memang tak bisa diremehken. Kecelakaan Trigel itu tak pernah meredupkan semangat Ladyscoot.Veronicaa. Mereka pun semakin percaya bahwa vespa adalah kendaraan terbaik yang pernah diciptakan dan rasa setia mereka makin meningkat seiring dengan seringnya mereka berkendara bersama. Luar biasa!

Senin, 20 November 2017

Indovespa Girl


Cewek-Cewek Indovespa Girl, Ubah Vespa Tua Jadi Pelangi Hingga Racing


image
Meski Vespa tua, Indovespa Girl tetap mempesona © Indovespa Girl/Latifah

Dibentuk pada Februari 2016, perlahan tapi pasti komunitas Indovespa Girl makin dikenal. Tak main-main, sembilan bulan usai didirikan, mereka sudah memiliki lebih dari 33.800 follower di Instagram. Salah satu ciri khas komunitas yang berawal dari pertemanan Gia dan Kiki ini adalah kesetiaan mereka menggunakan vespa tua alias vespa klasik.
Dalam wawancara bareng vespapora.com di email, Indovespa Girl menyebutkan kalau jenis vespa paling tua di kelompok mereka adalah milik Resvika yakni Vespa Super 1973 yang masih sangat asli. Lantas apakah para perempuan cantik ini juga melakukan modifikasi untuk vespa mereka?
“Kalau punya Resvika itu bener-bener ori, cuma di-cat ulang aja jadi cat warna-warni kayak pelangi. Kalau yang restorasi ada punya Kiki itu Vespa Exclusive 2 tahun 1995 yang diubah jadi look new PX dan ditambah LED head lampnya sama aksesoris lain seperti grill lamp dan lain-lain gitu,” papar Indovespa Girl.
image-3
Duh, jadi pengen ikutan kopdar ya! © Indovespa Girl/Latifah
Menilai kalau vespa adalah segalanya bagi mereka, kelompok beranggotakan Gia, Kiki, Resvika, Latifah, Putry, Rika, Aisyah, Syahrena, Riri dan Diani ini tak menampik kalau kehidupan sekitar mereka juga masih berkaitan dengan vespa. Berdomisili di Bandung, Indovespa Girl tak pernah memiliki rutinitas kumpul karena kehidupan sehari-hari mereka yang selalu bareng.
“Kalau acara vespa ke luar kota kita belum pernah bareng-bareng, jadi misah gitu. Cuma kalau ada acara di Bandung, kita pasti hadir bareng,” lanjut Indovespa Girl.
Satu hal yang unik, rupanya meskipun perempuan, ada anggota Indovespa Girl yang memiliki tunggangan jenis vespa racing lho. Wah, siapa ya? “Ada yang pakai vespa racing, namanya Latifah. Tapi untuk ikut race resmi belom sih ya. Cuma ada rencana ke sana, doain aja.”